March 16

Moonlighting: Dampak Negatif untuk Pekerja dan Penyedia Kerja

0  comments

March 16, 2023  | ⏱️ min read

Moonlighting telah menjadi sorotan dan juga perdebatan dalam sektor pekerjaan, terutama pekerja korporat. Apa alasannya? 

Sebelum kita ke sana, sudah familiar dengan istilah moonlighting? Moonlighting di sini bukanlah cahaya bulan ya. 

Moonlighting adalah melakukan pekerjaan sampingan atau paruh waktu setelah pekerjaan utamanya. Jika seorang karyawan biasanya bekerja jam 9-5, maka proses moonlighting ini dilakukan setelah jam kerja tersebut atau pada sore ke malam hari, kegiatan itu lah yang akhirnya mencetuskan istilah moonlighting.

Menurut survey yang dikutip dari financialexpress.com, 65% responden mengetahui orang-orang yang mengejar peluang paruh waktu/ bekerja sambilan saat bekerja, terutama pada saat working from home.

Selain menjadi perdebatan, praktik moonlighting oleh beberapa orang juga disebut tidak etis, dan sesuatu yang melanggar kewajiban kontrak, namun yang lain mendukungnya sebagai hak profesional muda dan bergaji rendah untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan diversifikasi. Banyak yang percaya bahwa tren bekerja sambilan dipicu oleh budaya bekerja dari rumah yang diharuskan oleh pandemi. 

Kerja paruh waktu atau mooonlighting dianggap dapat membuat fokus karyawan terpecah, ada tekanan untuk melakukan kedua pekerjaan tersebut dan juga memengaruhi waktu yang sangat diperlukan untuk menyeimbangkan kesehatan mental. Ada kemungkinan juga data perusahaan saat ini bisa bocor, rahasia dalam proses di perusahaan juga dapat dibagikan secara ilegal dengan bekerja di perusahaan lain serta hilangnya produktivitas.

Alasan mengapa karyawan melakukan moonlighting?

  1. Menambah penghasilan mereka. Karyawan tidak dibayar cukup atau ingin mendapatkan uang tambahan.Untuk mendapatkan pengalaman kerja
  1. Seseorang ingin memiliki pengalaman bekerja di bidang lain tetapi tidak ingin berhenti dari pekerjaannya saat ini. 
  2. Tetap terhubung dengan jaringan mereka. Karyawan tertarik untuk bekerja pada perusahaan yang berada dalam jaringannya atau dalam bidang minatnya.
  1. Meningkatkan CV mereka. Karyawan ingin meningkatkan nilai CV mereka dan membuatnya lebih menarik bagi pemberi kerja di masa depan.
  2. Memiliki jadwal yang fleksibel. Karyawan tersebut tidak ingin bekerja dalam jadwal waktu tertentu dan bekerja sambilan bisa menjadi pilihan yang baik.
  3. Mempelajari keterampilan baru. Karyawan tersebut ingin mempelajari hal-hal baru dan mungkin mempertimbangkan untuk mengikuti kursus online. 
  4. Untuk mendapatkan perspektif baru. Karyawan tersebut ingin mengalami sesuatu yang baru dan mungkin mempertimbangkan bekerja sambilan sebagai pilihan yang baik
  5. Untuk tetap terhubung dengan industri. Karyawan tersebut ingin tetap terhubung dengan industri dan dapat mempertimbangkan untuk mengambil bagian dalam acara jejaring, konferensi, dan aktivitas terkait industri lainnya.

Siapa yang berpotensi lebih dalam moonlighting?

Model kerja work from home (WFH) dikatakan telah menyebarluaskan kerja sambilan di kalangan profesional kerah putih di negara India. Ini juga menjadi tantangan dalam perusahaan.

Hal ini menjadi alasan utama mengapa masyarakat lebih memilih bekerja dari rumah dan menariknya 42% peserta lebih memilih untuk berganti pekerjaan atau bahkan berhenti jika tidak diperbolehkan WFH.

Perusahaan khawatir tentang hilangnya produktivitas pada pekerjaan utama karena bekerja sambilan menyebabkan terlalu banyak pekerjaan. Mereka juga memiliki masalah bahwa karyawan menggunakan inventaris perusahaan seperti laptop untuk pekerjaan tambahan mereka.

Patut dicatat bahwa tidak ada undang-undang menyeluruh yang melarang pekerjaan sambilan, tetapi masing-masing perusahaan memiliki kebijakan yang menentangnya. Di masa depan, perusahaan mungkin akan membuat kebijakan baru yang berfokus pada pekerjaan sampingan dan mencoba melarang praktik tersebut.

Apa solusi untuk moonlighting?

  1. Pastikan bahwa kebijakan perusahaan jelas tentang jenis kegiatan di luar yang dapat diterima oleh karyawan.
  1. Latih manajer tentang pengawasan karyawan yang tepat. (baca juga 3 Kunci Sukses Pengelolaan SDM)
  1. Batasi jumlah waktu seorang karyawan dapat bekerja di pekerjaan sampingan.
  1. Jelaskan kepada karyawan bahwa mereka perlu memberi tahu manajer tentang pekerjaan kedua dan jadwal kerja.
  1. Simpan catatan karyawan dan log aktivitas pekerjaan sekunder.
  1. Pastikan ada transparansi di perusahaan, dan cari tau apa yang menjadi kendala mereka di perusahaan. Anda bisa melakukan coaching untuk menggali lebih dalam pada diri karyawan (pelajari teknik coaching praktis untuk karyawan di sini)

Dapatkan diskon menarik hingga akhir Maret ini! Klik di sini

Reading’s Club

https://www.financialexpress.com/jobs/moonlighting-and-its-negative-impact-on-the-employee-and-the-employer/2758465/

https://www.financialexpress.com/industry/moonlighting-why-its-a-big-deal-for-companies/2729895/

www.pragna.net/what-is-moonlighting-is-it-harmful-to-companies/

https://www.indiatimes.com/explainers/news/what-is-moonlighting-and-why-companies-are-against-it-577997.html

Related Article

Anda dapat LANGSUNG BERTANYA pada tim kami untuk informasi PRODUK KAMI lebih lanjut.


KLIK untuk terhubung.

>